Hallo Broeder inside

inMagz.id

Inside Magz menyadari bahwa sebuah karya tulis akan lebih indah dipandang mata bila tersaji dalam kemasan desain yang segar. Tampilan yang ‘enak’ serta nyaman di mata, akan mengantar dan mewarnai pandangan pembaca mulai dari awal hingga akhir setiap paragraf.

September 2021
SSRKJSM
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930 

Berlangganan via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 285 pelanggan lain

16/09/2021

Inside Magz

Nyaman di Mata – Asik Dibaca

2.021 Jiwa Terdampak Banjir di Kabupaten Tanah Laut

Kondisi tanggul yang jebol di Desa Benua Tengah, akibat tidak kuat menahan debit air yang tinggi sejak pada Jumat (10/9). (F. BPBD Kabupaten Tanah Laut)

2021 Jiwa Terdampak Banjir di Kabupaten Tanah Laut

JAKARTA Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut melaporkan sebanyak 2.021 jiwa yang tersebar di 3 Kecamatan di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan terdampak banjir yang terjadi pada Sabtu, 11 September 2021 pukul 08.30 waktu setempat. Banjir tersebut dilaporkan terjadi karena dipicu hujan intensitas tinggi sejak Jumat, 10 September 2021.

Laporan BPBD Kabupaten Tanah Laut, terdapat 3 Kecamatan yang wilayahnya terendam banjir yaitu di Kecamatan Batu Ampar, Kecamatan Kintap, dan Kecamatan Panyipatan.

Baca juga: Mengenal Sosok Cak Lontong, Insinyur Alumnus ITS

Di Kecamatan Batu Ampar, sebanyak 75 buah rumah terendam dan 232 jiwa terdampak. Pemantauan tim reaksi cepat di lapangan debit air sudah mulai mengalami penurunan meski masih menggenangi rumah warga.

Sementara itu, di Kecamatan Kintap sebanyak 544 buah rumah warga terendam dan 1,789 jiwa terdampak. Air masih menggenangi rumah warga dengan Tinggi Mata Air (TMA) berkisar 30 – 50 cm.

Baca juga: Nasihat Agar Bacaan Alquran Berdampak untuk Pembacanya

Terakhir di Kecamatan Panyipatan, banjir dilaporkan berangusr surut namun masih terdapat beberapa perkebunan warga yang terendam.

Hingga berita ini dirilis, belum ada laporan warga mengungsi akibat fenomena tersebut.

“Untuk sementara belum ada warga yang diungsikan,” kata Esty, Pusdalops BPBD Kab. Tanah Laut saat dihubungi melalui pesan singkat.

Curah hujan yang tinggi tersebut juga menyebabkan salah satu tanggul di Desa Benua Tengah, Kecamatan Takisung jebol. Jebolnya tanggul ini tidak mengakibatkan rumah warga terendam.

Baca juga: Enam Tambang Emas Raksasa di Indonesia

“Curah hujan tinggi yang terjadi semalaman sejak kemarin (10/9), sehingga tanggul tidak kuat menahan luapan air,” tambah Esty,

BPBD Tanah laut bersama pemerintah daerah terkait masih terus melakukan pendataan dan pemantauan terkait kondisi terkini di lapangan. Rencananya juga akan ada giat pendistribusian bantuan logistik bagi warga terdampak banjir.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana Hidrometeorologi masih mendominasi sepanjang Agustus 2021. Hujan intensitas tinggi menjadi salah satu pemicu kejadian banjir dengan frekuensi cukup tinggi, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan. 

Baca juga: Mesti Baca! Ini Manfaat Memelihara Kucing di Rumah

Sementara itu, BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Kalimantan diprediksi akan memasuki musim hujan pada bulan September 2021. Hal ini berpengaruh pada meningkatnya potensi kejadian bencana hidrometeorologi basah di wilayah tersebut.

Peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG tersebut juga diinformasikan oleh BPBD Kab. Tanah Laut kepada masyarakat di wilayahnya melalui pesan singkat dan media sosial.

Baca juga: Asal Usul Kata ‘Bengga Bula’, Legenda Tanah Kaili

“Kami selalu bagikan informasi peringatan dini tersebut kepada masyarakat melalau grup WhatsApp dan media sosial secara rutin,” jelas Esty.

BNPB terus mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat agar selalu waspada dan siaga akan potensi bencana alam di sekitarnya sebagai bentuk kesiapsiagaan untuk mengurangi risiko akibat bencana. Masyarakat secara mandiri mengetahui peringatan dini cuaca melalui laman resmi BMKG dan potensi bencana di wilayahnya melalui inaRisk.bnpb.go.id.*

Keterangan artikel:

Sumber: Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Penulis: Alya Faradilla