Hallo Broeder inside

inMagz.id

Inside Magz menyadari bahwa sebuah karya tulis akan lebih indah dipandang mata bila tersaji dalam kemasan desain yang segar. Tampilan yang ‘enak’ serta nyaman di mata, akan mengantar dan mewarnai pandangan pembaca mulai dari awal hingga akhir setiap paragraf.

Agustus 2021
SSRKJSM
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031 

Berlangganan via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 285 pelanggan lain

04/12/2021

Inside Magz

Nyaman di Mata – Asik Dibaca

Enam Tambang Emas Raksasa di Indonesia

PT Freeport Indonesia. (Sumber gambar: ptfi.co.id)

Enam Tambang Emas Raksasa di Indonesia

Emas merupakan salah satu hasil tambang golongan logam yang selalu menjadi primadona karena nilai jualnya yang sangat tinggi. Menurut data yang dirilis oleh U.S. Geological Survey (USGS) menyatakan bahwa produksi emas dunia pada tahun 2020 mencapai 3.200 ton, dan China menjadi negara dengan produksi emas terbesar didunia yaitu mencapai 380 ton, sama seperti tahun 2019. Sedangkan produksi emas Indonesia mencapai 130 ton, lebih rendah 9 ton dari tahun lalu. Walaupun begitu, Indonesia tetap bisa menduduki peringkat ke-7 setelah Canada dan Ghana. Tambang emas Indonesia sendiri tersebar hampir diseluruh pulau besar, terutama diwilayah bagian timur dan Pulau Jawa.

Berikut 6 tambang emas terbesar di Indonesia:

1. PT Freeport Indonesia

PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan perusahaan tambang yang terletak di dataran tinggi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua yang melakukan eksplorasi, menambang, dan memproses bijih yang mengandung tembaga, emas, dan perak. Freeport ini sendiri menggunakan dua teknik penambangan yaitu tambang terbuka di Grasberg dan tambang bawah tanah. Adapun hasil penambangannya berupa bijih yang kemudian diolah hingga menghasilkan produk akhir yaitu konsentrat yang mengandung mineral tembaga, emas, dan perak. Konsentrat tersebut akan dikirim ke pabrik-pabrik pemurnian di dalam maupun luar negeri.

Adanya kekayaan alam Papua ini, mampu menyumbangkan setengah dari hasil produksi emas nasional. Presiden Direktur Freeport Indonesia, Tony Wenas dalam kesempatannya di Gresik pada Sabtu (24/8/2019) menerangkan bahwa tambang emas ini memproduksi 6.065 ton konsentrat per hari dan dapat memproduksi lebih dari 240 kg emas per hari. Seperti dilansir dari cnbcindonesia.com, dalam data Freeport, setiap ton konsentrat mengandung 26,5% tembaga, 39,34 gram emas, dan 70,37 gram perak.

2. PT Amman Mineral Nusa Tenggara

Tambang emas ini berada di Nusa Tenggara Barat dengan produksi emas bisa mencapai 100 kilo Oz dan 197 juta pound tembaga dalam setahun. Tambang ini di memprakarsai oleh Amman Mineral atau dulu dikenal sebagai Newmont, anak usaha dari PT Medco Energi Internasional Tbk. Seperti dilansir cnbcindonesia.com, tambang emas ini bisa memproduksi 4,47 miliar pon tembaga dan 4,12 juta pound emas pada akhir tahun 2020.

3. PT Agincourt Resources

Tambang emas Martabe berlokasi di pesisir barat Provinsi Sumatera Utara dan beroperasi di bawah PT United Tractors Tbk (UNTR) yang memiliki 95% saham PT Agincourt Resources yang mengelolanya. Martabe sendiri memproduksi emas sekitar 300 ribu – 350 ribu ons/tahun pada tahun 2020 yang kisarannya sama dalam 2 tahun berturut-turut, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa tahun ini akan memproduksi dengan jumlah yang sama, seperti yang dijelaskan oleh Iwan Hadiantoro selaku Direktur Keuangan United Tractors di Jakarta.

4. PT Merdeka Copper Gold Tbk

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) merupakan perusahaan induk yang memiliki dua anak perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan mineral seperti emas, perak, dan tembaga. Perusahaan ini memiliki lima asset utama yakni, Tujuh Bukit Copper, Pani Joint Venture, Wetar/ Morowali Acid Iron Metal, Tujuh Bukit Gold, dan Wetar Copper.

Seperti dilansir oleh web resminya, tambang emas Tujuh Bukit merupakan salah satu tambang dengan deposit emas dan tembaga dengan sumber daya mineral porfiri peringkat tertinggi didunia. Deposit emas dan tembaga didaerah ini mengandung sekitar 28,3 juta oz emas dan 8,7 juta ton tembaga. Sedangkan terhitung hingga 31 Desember 2020, Tambang Tujuh Bukit yang beroperasi memiliki deposit oksida emas sebesar 1,9 juta oz dan perak sebesar 77,8 juta oz dan cadangan bijih lainnya.

5. PT Aneka Tambang Tbk

Lokasi tambang emas yang dikelola oleh PT Aneka Tambang Tbk ini berada di Pongkor, Jawa Barat. Tambang emas ini sendiri sudah berjalan sejak tahun 1994. Arie Prabowo Arietedjo selaku direktur utama Antam, sepertyi dilansir oleh cnbcindonesia.com, mengatakan bahwa meskipun kontrak tambang ini akan berakhir tahun ini, tapi pihaknya masih mencoba untuk melakukan eksplorasi.

Iklan Layanan Dishub Parigi Moutong 1

Terhitung hingga Desember 2018, tambang ini memiliki cadangan emas seberat 19 ton dan sumber daya emas yang setara dengan 42 ton. Adapun dalam eksploitasinya, Antam membangun terowongan utama dengan diameter 3,3 meter dengan tinggi 3 meter. Terowongan utama ini akan tembus ke Gunung Pongkor yang berjarak 4 kilometer.

6. PT Sumbawa Timur Mining (STM)

Perusahaan tambang PT Sumbawa Mining (STM) berhasil menemukan deposit bijih tembaga emas Onto yang berlokasi di wilayah Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Deposit ini ditemukan pada pertengahan tahun 2013 berdasarkan eksplorasi di wilayah KK Proyek Hu’u sejak tahun 2010. Bede Evans, Presiden Direktur STM, pada kesempatannya, Kamis (20/2/2020) mengatakan bahwa Proyek Hu’u sedang berada pada tahap eksplorasi dengan harapan dapat melanjutkan proyek ini menjadi operasi penambangan kelas dunia.

Berdasarkan data STM per Desember 2019, total sumber daya mineral tertunjuk mencapai 0,76 miliar ton dengan kandungan tembaga sebanyak 0,93% dan kandungan emas 0,56 g/t. sedangkan total sumber daya tereka mencapai 0,96 miliar ton dengan kandungan tembaga sebanyak 0,87% dan kandungan emas 0,44 g/t.*

Keterangan artikel:

Artikel dan foto telah terbit di duniatambang.co.id dengan judul: Enam Tambang Emas Raksasa di Indonesia