Hallo Broeder inside

inMagz.id

Inside Magz menyadari bahwa sebuah karya tulis akan lebih indah dipandang mata bila tersaji dalam kemasan desain yang segar. Tampilan yang ‘enak’ serta nyaman di mata, akan mengantar dan mewarnai pandangan pembaca mulai dari awal hingga akhir setiap paragraf.

Juli 2021
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Berlangganan via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 285 pelanggan lain

17/09/2021

Inside Magz

Nyaman di Mata – Asik Dibaca

BANJIR dahsyat di Eropa. Kenaikan suhu tinggi hingga 45ºC  di Kanada. Tanah longsor di Jepang. Siklon ekstrim di India. Banjir di kereta bawah tanah New York, Cina tengah dan Uganda, dan gelombang panas yang terik di Maroko. (‘New Normal’ yang Tidak Nyaman)

Bukan, saya tidak sedang bercerita tentang adegan film fiksi ilmiah atau pengantar laporan abstrak tentang perubahan iklim. Ini adalah kehidupan nyata di tahun 2021. Kemungkinan besar, Kamu baru-baru ini melihatnya di berita utama surat kabar, feed media sosial, atau bahkan dari rumahmu sendiri.

Kami telah membuat proyeksi iklim, naskah kebijakan, dan argumen. Ketika perubahan iklim semakin cepat dan menjadi lebih mematikan, kota-kota menjadi semakin rentan. Kita perlu bergerak maju dengan sistem peringatan dini, kerja dengan respon terkoordinasi, dan tentu saja, tindakan berani untuk menghentikan keadaan darurat iklim agar tidak semakin parah.

Mari kita perjelas: industri ekstraktif, dari bahan bakar fosil hingga industri pertanian, adalah sumber masalah ini. Industri-industri ini mungkin mencoba untuk menyalahkan konsumen, tetapi model bisnis kolonial mereka yang harus disalahkan. Bahkan menghadapi rekor banjir, kekeringan, gelombang panas, dan cuaca dingin, mereka  mengajukan banding atas perintah pengadilan untuk secara drastis mengurangi emisi dan greenwashing dengan iming-iming ‘nol bersih’ dan solusi palsu lainnya.

Kita harus meminta pertanggungjawaban mereka. Dengan 100 hari hingga COP26, kita perlu memberi tahu para pemimpin dunia untuk melangkah dan berjuang untuk membatasi suhu global pada 1,5ºC di atas tingkat pra-industri. Seperti inilah gambaran krisis iklim terlihat:

Lihat sumber:

artikel berjudul New Normal yang Tidak Nyaman ini telah tayang di website GREENPEACE