Hallo Broeder inside

inMagz.id

Inside Magz menyadari bahwa sebuah karya tulis akan lebih indah dipandang mata bila tersaji dalam kemasan desain yang segar. Tampilan yang ‘enak’ serta nyaman di mata, akan mengantar dan mewarnai pandangan pembaca mulai dari awal hingga akhir setiap paragraf.

Berlangganan via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 285 pelanggan lain

25/09/2021

Inside Magz

Nyaman di Mata – Asik Dibaca

Air Kencing Berbusa, ini 8 Kemungkinan Penyebabnya

ilustrasi air kencing berbusa (nm.org)

Air Kencing Berbusa, ini 8 Kemungkinan Penyebabnya

SISTEM ekskresi manusia dan limbahnya dapat menjadi pertanda kesehatan. Dalam beberapa kasus, air kencing atau urine ternyata dapat bisa menjadi indikator ada atau tidaknya masalah dalam tubuh. Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah air kencing berbusa. Berikut ini adalah kemungkinan penyakit yang bisa jadi penyebab kondisi urine yang berbusa, sebagaimana dikutip dari IDNTIMES.COM

1. Gangguan ginjal

Warna dan adanya busa pada urine bisa ditelusuri kembali ke ginjal. Ginjal, sebagai salah satu organ terpenting dalam tubuh, menyaring protein dalam darah. Protein ini menjalankan fungsi-fungsi penting dalam tubuh. Akan tetapi, jika ginjal terganggu atau mengalami kerusakan, protein bisa bocor ke urine, sehingga menyebabkannya berbusa seperti air sabun. Kondisi ini dikenal sebagai proteinuria.

Harus segera ditangani, proteinuria bisa menjadi tanda awal penyakit ginjal kronis. Gejala lain yang menyertai termasuk:

  • Gatal-gatal pada kulit
  • Mual dan muntah
  • Sesak napas
  • Pembengkakan di tangan, kaki, wajah, dan perut
  • Selalu merasa kelelahan
  • Frekuensi buang air kecil meningkat

Jika betul urine berbusa dan disertai dengan gejala-gejala di atas, segera bergegas ke dokter, apalagi bila ada riwayat penyakit ginjal, hipertensi, dan diabetes.

2. Dehidrasi

Air adalah salah satu zat utama pembentuk urine. Kalau tubuhmu kurang cairan atau dehidrasi, maka air kencing bisa berbusa. Ini karena kamu tidak cukup minum untuk “mencuci” zat lain dalam urine, sehingga terkonsentrasi dalam volume urine yang sedikit. Selain berwarna gelap, air kencing pun jadi berbusa. Jadi, salah satu langkah pertama yang harus dilakukan adalah minum air agar tidak dehidrasi.

3. Diabetes dan hipertensi

Hipertensi dan diabetes. Dua kondisi kronis ini dapat memengaruhi air seni dan menyebabkannya berbusa. Mari kita bahas satu per satu.

Seseorang dengan kadar gula darah yang tidak terkontrol akan memiliki lebih banyak molekul glukosa darah di dalam tubuhnya. Glukosa adalah molekul besar, seperti protein.

Jika kadar glukosa darah terlalu tinggi, ginjal mungkin kesulitan menyaring molekul dengan benar. Akibatnya, ginjal membiarkan kelebihan glukosa dan protein keluar melalui urine. Selain air kencing berbusa, orang dengan diabetes bisa mengalami gejala lain, seperti:

  • Gangguan penglihatan
  • Mulut kering
  • Terus lapar dan haus
  • Frekuensi buang air kecil yang meningkat
  • Gatal-gatal pada kulit
  • Kelelahan yang tidak bisa dijelaskan

Kemudian, selain diabetes, tekanan darah tinggi atau hipertensi juga bisa menjadi alasan di balik air seni yang berbusa. Hipertensi membuat pembuluh arteri ke ginjal terganggu dan rusak, sehingga aliran darah pun terpengaruh. Hasilnya, protein tidak terfilter dan masuk ke urine (kembali ke penyebab ke-1).

Selain kencing berbusa hingga berdarah (hematuria), hipertensi juga ditandai dengan gejala-gejala:

  • Pusing dan sakit kepala
  • Sesak napas
  • Mimisan
  • Frekuensi buang air kecil yang meningkat
  • Sensasi nyeri di dada
  • Gangguan penglihatan

Jadi, jika kencing berbusa ditandai dengan gejala-gejala diabetes dan hipertensi, segera berkonsultasi ke dokter.

4. Infeksi virus kronis

Kemudian, infeksi virus kronis juga dapat menghasilkan kencing berbusa. Beberapa infeksi virus kronis seperti hepatitis yang menyerang hati dan acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) yang menyerang kekebalan tubuh dan organ tubuh (terutama ginjal) juga dapat menyebabkan air seni berbusa.

5. Efek samping obat pereda nyeri

Kamu sedang mengonsumsi obat pereda nyeri atau analgesik? Itu ternyata juga bisa jadi faktor penyebab kencing berbusa, terutama obat-obatan yang dijual bebas.

Beberapa obat pereda nyeri seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) membuat tingkat protein pada urine meningkat. Malah, dalam beberapa kasus, jenis obat tersebut dapat menyebabkan reaksi alergi dan inflamasi pada ginjal. Maka dari itu, baiknya konsumsi obat apa pun harus dikonsultasikan dulu ke dokter.

6. Lupus nefritis

Kondisi autoimun juga dapat menyebabkan urine berbusa. Salah satunya adalah lupus nefritis. Sesuai definisinya, lupus nefritis adalah kondisi di mana sel imun menyerang sel ginjal sehat. Akibatnya, fungsi ginjal pun terganggu dan protein pun masuk ke urine, menghasilkan busa.

Selain kencing berbusa dan berdarah, lupus nefritis dapat ditandai gejala lain seperti:

  • Hipertensi
  • Pembengkakan pada tangan, pergelangan kaki, atau kaki
  • Kadar kreatinin yang tinggi dalam darah
  • Berat badan naik
  • Frekuensi buang air kecil meningkat, terutama pada malam hari

Jika air seni berbusa dan ditandai dengan gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter. Tes urine adalah salah satu indikator utama untuk menentukan diagnosis lupus nefritis.

7. Multiple myeloma

Multiple myeloma adalah sejenis kanker darah. Kondisi ini disebabkan oleh sel kanker yang terbentuk pada sel plasma dan menyerang sumsum tulang belakang. Akibatnya, sel plasma karsinogenik merusak sumsum tulang belakang dan memengaruhi sel darah merah. Salah satu tandanya adalah produksi protein abnormal.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, protein berlebih ditandai oleh air kencing berbusa. Selain itu, gejala yang dapat menyertai multiple myeloma adalah:

  • Nyeri tulang, terutama di tulang belakang atau dada
  • Mual
  • Sembelit
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kelinglungan
  • Kelelahan
  • Frekuensi infeksi yang meningkat
  • Penurunan berat badan
  • Kelemahan atau sensasi mati rasa di kaki
  • Rasa haus yang berlebihan

Multiple myeloma adalah kondisi yang jarang ditemui, dan mungkin bukanlah hal yang harus langsung dicurigai bila melihat busa pada air seni. Namun, jika gejala-gejala di atas muncul, segera berobat ke dokter sebelum terlambat!

8. Ejakulasi retrograde

Penyebab urine berbusa terakhir adalah ejakulasi retrograde. Hal ini dikarenakan otot sfingter pada kandung kemih gagal berkontraksi. Alhasil, saat ejakulasi, sperma ikut masuk ke kandung kemih, bukan ke saluran uretra, dan tidak keluar dari ujung penis. Ejakulasi retrograde dapat disebabkan oleh:

  • Diabetes
  • Hipertensi
  • Multiple sclerosis
  • Penyakit Parkinson
  • Cedera saraf tulang belakang
  • Operasi prostat atau kandung kemih
  • Obat-obatan tertentu untuk mengobati prostat
  • Depresi

Kondisi ini juga disebut “orgasme kering”. Rasanya pun seperti orgasme normal dan tidak memengaruhi kenikmatan seksual. Selain berbusa, ejakulasi retrograde ditandai dengan warna urine yang berubah pucat. Biasanya, ejakulasi retrograde juga ditandai dengan kemandulan. Bukan karena kualitas sperma, tetapi karena sperma tidak keluar.

Ejakulasi retrograde bukan kondisi yang membahayakan kesehatan. Namun, jika kamu mengalami kencing berbusa atau pucat dan kamu tidak kunjung memiliki momongan dengan istri meski sudah berusaha cukup lama, baiknya konsultasi ke dokter.

Atau mungkin … arus urine yang terlalu cepat?

Bila kamu mengalami air kencing berbusa tetapi tidak disertai gejala lain yang tak biasa, kemungkinan besar ini karena kecepatan kucuran urine. Sama seperti air yang berbusa saat keluar dari keran dengan kecepatan tinggi, begitu pun urine yang keluar dengan cepat.

Air kencing berbusa umumnya tidak berbahaya. Namun, bila disertai gejala lain yang tak biasa, bisa jadi itu adalah tanda adanya penyakit tertentu. Dalam hal ini, sebaiknya periksakan diri ke dokter agar bisa segera diketahui penyebabnya dan mendapat penanganan yang tepat.*

Lihat sumber: