Hallo Broeder inside

inMagz.id

Inside Magz menyadari bahwa sebuah karya tulis akan lebih indah dipandang mata bila tersaji dalam kemasan desain yang segar. Tampilan yang ‘enak’ serta nyaman di mata, akan mengantar dan mewarnai pandangan pembaca mulai dari awal hingga akhir setiap paragraf.

Februari 2021
SSRKJSM
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Berlangganan via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 285 pelanggan lain

24/09/2021

Inside Magz

Nyaman di Mata – Asik Dibaca

alt=Dange Palumara

Salah satu kuliner khas Parigi, dange palumara atau donco. (F. Eli Leu)

Cicipi Dange Palumara, Kuliner Khas yang Melegenda

JIKA Anda berkunjung ke Parigi Moutong, salah satu dari dua belas kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah,  perjalanan Anda akan terasa lengkap jika sudah mencicipi salah satu kuliner khas Parigi, dange palumara. Makanan ini termasuk salah satu daftar kuliner paling dicari jika Anda berada di Parigi. Sebab tidak lengkap rasanya jika mengunjungi suatu daerah kalau belum menikmati makanan khasnya bukan?.

Baca juga: Putu dan Burasa Kuliner Tradisional yang Ikut Wara-Wiri di Pasar Online

Dange, sebagian orang menyebutnya donco. Terbuat dari tepung sagu yang diperoleh dari hasil pengolahan teras batang rumbia atau pohon sagu (Metroxylon). Sebagai sumber karbohidrat, sagu memiliki keunikan karena diproduksi di daerah rawa-rawa (habitat alami rumbia).

Baca: Empat Pantai Cantik di Tepi Jalan Trans Sulawesi Parigi Moutong

Tepung sagu memiliki karakteristik fisik yang mirip dengan tepung tapioka. Meski sagu merupakan makanan pokok bagi masyarakat Maluku dan Papua, di Sulawesi Tengah makanan ini juga menjadi favorit.  Menjadi menu istimewa yang menghiasi meja makan saat ada acara kumpul-kumpul.

Baca: Yuk, Intip Proses Pembuatan Piring Lidi

Cara membuat dange sangat mudah, yaitu dengan mencampur tepung sagu dengan parutan kelapa yang masih mengkal hingga merata, lalu diratakan di wajan penggorengan hingga berbentuk bundar dan pipih. Apinya disetel kecil agar matangnya merata dan tidak gosong. Jika sudah berwarna agak kecokelatan, artinya dange sudah matang dan siap dihidangkan. Aromanya harum, rasanya enak dan gurih yang berasal dari campuran kelapa mengkal, tentu akan menggoda indra pengecap kita.

Dange lebih nikmat jika dihidangkan dengan palumara, olahan ikan laut yang dimasak dengan rempah kunyit, asam jawa, bawang merah dan cabe merah. Palumara adalah salah satu kuliner khas suku Kaili, suku yang dominan di Sulawesi Tengah.

Biasanya palumara yang akan dihidangkan bersama dange menggunakan ikan jenis kembung dan tuna. Ikan jenis ini banyak dijumpai di laut Teluk Tomini. Maka tidak heran jika ikan ini menjadi begitu familiar di masyarakat.

Selain palumara, ikan teri juga cocok disandingkan dengan dange.  Ikan teri atau ikan ibis adalah sekelompok ikan kecil berwarna perak kebiruan. Ikan ini sangat diminati masyarakat pada umumnya karena mengandung lemak omega 3, vitamin E dan selenium. Jika dange palumara dihidangkan secara terpisah, dange di wadah sendiri dan palumara diwadah sendiri, dange ikan teri dihidangkan menyatu, karena ikan teri ikut dalam adonan  tepung sagu dan kelapa lalu dimasak dalam wajan penggorengan. Nikmatnya sama, sulit dibandingkan, tergantung selera Anda mau pilih yang mana. 

Berdonasi untuk Komunitas Literasi

 Selain dange, ada juga kapurung, kuliner khas yang sama-sama terbuat dari tepung sagu. Meski berbahan dasar sama, cara penyajiannya berbeda. Membuat kapurung  butuh keterampilan khusus. Cukup disiram dengan air mendidih hingga merata lalu diaduk sampai berbentuk adonan yang lengket. Namun jika teknik pembuatannya kurang tepat, akan tampak gumpalan-gumpalan kecil tepung sagu, kurang sempurna. Jika sudah menjadi adonan yang lengket, itu menandakan kapurung sudah siap dihidangkan. Lagi-lagi ikan palumara menjadi pasangan yang cocok, bisa juga ditabahi sayuran dan bumbu kacang. Anda juga  wajib mencobanya, biar tahu bagaimana rasanya kuliner dange palumara yang melegenda itu.*