Hallo Broeder inside

inMagz.id

Inside Magz menyadari bahwa sebuah karya tulis akan lebih indah dipandang mata bila tersaji dalam kemasan desain yang segar. Tampilan yang ‘enak’ serta nyaman di mata, akan mengantar dan mewarnai pandangan pembaca mulai dari awal hingga akhir setiap paragraf.

Januari 2021
SSRKJSM
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Berlangganan via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 284 pelanggan lain

05/13/2021

Inside Magz

Nyaman di Mata – Asik Dibaca

dprd parigi moutong

SULAWESI TENGAH- Keseriusan Pemerintah Kabupaten Donggala, untuk menangani dan mengelola wilayah kota tua Donggala sebagai bagian pelestarian heritage direspon berbagai pihak. Terutama para pemerhati kota, sejarawan, tokoh masyarakat maupun kalangan pegiat budaya sangat berharap dilakukan realisasi program pengelolaan mulai tahun 2021 mendatang.

Harapan tersebut terlihat dalam seminar akhir “Kajian pengembangan dan perencanaan kawasan perkotaan Donggala berbasis heritage dan kearifan lokal,” pekan lalu di Kantor Bappeda Kabupaten Donggala. sejumlah perwakilan OPD di lingkup Pemkab Donggala menyampaikan saran dan pandangan untuk mengelola ibu kota Donggala sebagai pusat kebudayaan dan wisata sesuai potensi yang dimiliki.

Bangunan bersejarah di kota tua Donggala

Hasil kajian yang dilakukan tim diketuai Muhammad Nadjib dari Fakultas Teknik Universitas Tadulako kerja sama Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Donggala telah disampaikan ke publik. Harapannya untuk menerima masukan, saran, penyempurnaan dan kritikan tentang berbagai langkah yang akan dimabil. Bahkan dalam pengumpulan data dan pengkajian dilakukan delapan kali pertemuan dengan stakeholder dalam bentuk FGD (Focus Group Discusion).

“Hasil kajian kami tentang kota tua Donggala memiliki sejarah cukup panjang dan memiliki kekayaan budaya dalam bentuk arsitektur maupun budaya tak benda yang menarik tetap dipertahankan,”

kata Muhammad Nadjib.

Karena itu pula Kepala Balitbangda Kabupaten Donggala, Ardin Thayeb mengatakan optimis dari hasil kajian ini pihaknya akan menyerahkan pada pemerintah Kabupaten Donggala, terutama bagi OPD terkait untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya. Muhammad Nadjib dalam pemaparannya menawarkan sebuah draf konsep untuk pengembangan kota Donggala sebagai ibu kota kabupaten dan sekaligus sebuah kota yang maju. Ada tiga pokok inti dipaparkan, pertama tentang potensi dari sudut kepentingan ekonomi yang perlu dikembangkan secara bertahap melalui perencanaan percepatan dan revitalisasi kawasan kota sebagai pengembangan ekonomi. Kedua, masalah kondisi fisik spasial dan fungsi perkotaannya mengalami perubahan pertumbuhan sebagai kawasan strategi kabupaten memunculkan beberapa permasalahan pembangunannya. Ketiga, perlu dilakukan analisis menyeluruh yang konmprehensif rasionalistik untuk mewujudkan Kota Donggala.

Dalam seminar tersebut, Wakil Bupati Donggala, Moh Yasin optimis dari hasil kajian nantinya akan jadi acuan untuk menanganan kota Donggala yang lebih baik.

“Ibu kota ini ibarat sebuah gerbang untuk melihat ke dalam dan melihat keluar. Kalau gerbangnya bagus makan pandangan orang akan memandang yang lain pun pasti bagus, sehingga Donggala sebagai gerbang ke depan harus dimaksimalkan pengelolaannya dari aspek heritage,” kata Yasin.***

Atikel ini telah terbit di posrakyat.com, judul: Sejumlah Pihak Berharap Realisasi Pengelolaan Kawasan Kota Tua Donggala, Penulis: Jamrin AB