Hallo Broeder inside

inMagz.id

Inside Magz menyadari bahwa sebuah karya tulis akan lebih indah dipandang mata bila tersaji dalam kemasan desain yang segar. Tampilan yang ‘enak’ serta nyaman di mata, akan mengantar dan mewarnai pandangan pembaca mulai dari awal hingga akhir setiap paragraf.

April 2021
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930 

Berlangganan via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 284 pelanggan lain

05/08/2021

Inside Magz

Nyaman di Mata – Asik Dibaca

(shutterstock) Ilustrasi vaksin Covid-19. (Kompas.COM)

Vaksinasi Tenaga Guru Belum Prioritas

SULAWESI TENGAH Pembelajaran tatap muka yang direncanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong bulan Juli mendatang diperkirakan bakal tertunda lagi. Sebab, pemberian vaksinasi tenaga guru belum masuk jadwal prioritas.

Padahal vaksinasi tenaga guru menjadi syarat wajib untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka berdasarkan surat edaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
“Sekarang vaksin kita terbatas. Sebenarnya, kalau dari kita sendiri sudah mau jadwalkan vaksinasi untuk tenaga guru. Cuman karena OPD kita juga banyak, dan masuk dalam jadwal prioritas, jadi itu yang lebih dulu,” kata Ni Made Mulyani, Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, Kamis, 1 April 2021.
Dia mengatakan, Disdikbud Parigi Moutong, beberapa waktu lalu telah memberikan daftar nama tenaga guru yang akan divaksin.
Namun, melihat ketersediaan vaksin, dengan jumlah tenaga guru yang bukan hanya terfokus di wilayah Kota Parigi saja, serta mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA, tidak memungkinkan. Sebab, pemberian vaksi harus benar-benar prioritas.
“Mungkin menyesuaikan lagi, kalau kasus Covidnya meningkat setiap hari, harus jadi pertombangan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kita harus berkoordinasi lagi, apakah memang harus pembelajaran tatap muka atau bagaimana,” ujarnya.
Menurutnya, penambahan vaksin memungkinkan untuk dilakukan. Namun, harus menunggu dari Provinsi Sulawesi Tengah, berdasarkan permintaan pihaknya, dan diberikan secara bertahap.
“Cuman kan kita perintahnya dari provinsi, disuruh ambil vaksi, kita langsung jemput. Guru sempat kita prioritaskan, cuman ketika dihitung, hanya cukup untuk TNI/Polri saja,” tuturnya.
Dalam waktu dekat lanjut dia, kemungkinan akan ada lagi vaksin yang masuk, namun lagi-lagi prosesnya masih bertahan. Belum lama ini, pihaknya sudah menjemput vaksin untuk para lansia, dan sudah mulai diberikan oleh masing-masing Puskesmas disetiap kecamatan.*

Lihat penulis:

Moh Aksa