Hallo Broeder inside

inMagz.id

Inside Magz menyadari bahwa sebuah karya tulis akan lebih indah dipandang mata bila tersaji dalam kemasan desain yang segar. Tampilan yang ‘enak’ serta nyaman di mata, akan mengantar dan mewarnai pandangan pembaca mulai dari awal hingga akhir setiap paragraf.

Berlangganan via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 285 pelanggan lain

24/09/2021

Inside Magz

Nyaman di Mata – Asik Dibaca

alt=Ulil Amri yudisium di depan Dapur Umum ACT

Ulil Amri, relawan MRI asal Madiun, yang menyelesaikan yudisium di depan Dapur Umum ACT di Kalsel. (ACTNews)

Ulil Amri, Relawan MRI Madiun Yudisium di Lokasi Bencana

Yudisium jadi momentum paling dinanti setiap mahasiswa. Dengan melewati tahap ini, lengkap sudah seseorang dinyatakan sah sebagai sarjana. Tapi apa jadinya jika di waktu yang bersamaan mereka juga mengemban tugas kemanusiaan?

KALIMANTAN SELATAN Ulil yang juga merupakan relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Madiun, Jawa Timur, menjalani yudisium di tengah misi kemanusiaan yang diembannya. Ya, Ulil tengah berada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang merupakan daerah terdampak bencana banjir di Kalimantan Selatan. Di lokasi bencana, Ulil mengemban tugas sebagai Koordinator Lapangan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Ulil yang merupakan mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Merdeka, Madiun, mengikuti yudisium dari Desa Alat, Kecamatan Hantaka. Diakui Ulil, ini merupakan pengalaman yang mengesankan. Ulil menjalani yudisium yang dilaksanakan pada Sabtu, 6 Maret 2021 secara daring.

“Alhamdulillah saya dikasih kesempatan istimewa sekali. Saya menjalani yudisium dari lokasi terdampak bencana,” ungkap Ulil yang melakukan tatap muka secara daring dengan pihak kampus dari depan Dapur Umum ACT.

Momentum yudisium tak hanya membuat Ulil bahagia. Lebih lanjut, relawan yang telah bertugas di Kalsel selama dua bulan ini mengatakan, ingin mengajak warga terdampak bencana segera bangkit dan mencapai pendidikan setinggi-tingginya. Ketika proses yudisium pun Ulil disaksikan oleh para penyintas di Desa Alat.

Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, pria asal Madiun itu pun menyaksikan bagaimana anak-anak dan generasi muda di tanah bencana itu tetap semangat bersekolah walau fasilitasnya tak sebaik di perkotaan. Ulil mencontohkan anak-anak yang tetap bersemangat menempuh pendidikan di SDN 1 Haruyan. Sekolah tersebut tak seluruh ruang kelasnya ada di satu area, melainkan terpisah,  ada yang berada di atas gunung, sisanya jauh di bawah.

Kisah relawan MRI yang mengikuti yudisium di tanah bencana bukanlah kali pertama ini saja. Di awal Februari lalu, mahasiswa IAIN Parepare, Umar, merampungkan ujian tahap akhir pendidikan tingginya di Posko Induk Kemanusiaan ACT di Mamuju. Umar merupakan relawan MRI yang bertugas dalam penanganan bencana gempa bumi Sulawesi Barat. Mahasiswa Manajemen Dakwah, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah ini bertugas mencatat keluar-masuknya barang bantuan di Posko Induk Kemanusiaan ACT. “Terlibat dalam aksi kebaikan seperti itu patut dicontoh oleh mahasiswa lain. Aksi sosial mampu mengasah kepekaan dan kepedulian,” ungkap Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah pada Februari seperti dikutip dari laman resmi IAIN Parepare.*

sumber: