Penanganan Korban Asusila di Parigi Moutong: Peran Dokter Ahli Jiwa dan Psikolog dalam Proses Perawatan

INMAGZ.ID – Rumah Sakit Undata Palu telah melibatkan dokter ahli jiwa dan psikolog dalam penanganan korban asusila yang saat ini menjalani perawatan di fasilitas tersebut. Direktur RS Undata Palu, dr. Herry Mulyadi, mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan pasien saat ini sangat baik, dan tim medis terus bekerja sama dengan dokter ahli dan psikolog untuk memulihkan kesehatan mental korban.

Pihak rumah sakit juga telah melakukan pemeriksaan terhadap pasien yang sebelumnya telah dirujuk dari Kabupaten Poso, dan hasil pemeriksaan di RS Undata Palu menunjukkan kesamaan dengan hasil sebelumnya. Dalam waktu dekat, pasien juga akan menjalani pemeriksaan lanjutan berupa CT scan kontras guna menentukan langkah selanjutnya dalam penanganan kasus ini.

“Kami akan melakukan CT scan kontras sebagai pemeriksaan lanjutan untuk menentukan tindakan yang harus dilakukan. Pasien telah dipindahkan ke ruangan baru dan tetap dalam kondisi diisolasi, hanya diizinkan untuk dikunjungi oleh pihak keluarga yang mendampingi,” jelas dr. Herry dalam konferensi pers di Palu pada Senin (5/6/2023).

Hasil dari CT scan tersebut akan menjadi faktor penentu apakah pasien akan menjalani operasi atau tidak, dan jika iya, apakah operasi akan dilakukan di RSUD Undata Palu atau dirujuk ke rumah sakit lain yang memiliki kebijakan dan kapasitas yang sesuai. Rencananya, CT scan kontras akan dilakukan di RS Bhayangkara Palu.

“Kami akan menentukan apakah operasi diperlukan berdasarkan hasil CT scan. Namun, keputusan operasi tersebut juga harus mempertimbangkan SOP rumah sakit dan kewenangan dokter di Palu. Jika operasi tidak dilakukan, kami akan mencari alternatif penanganan yang terbaik bagi pasien,” tambah dr. Herry.

Dalam hal ini, RS Undata Palu berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang sama kepada semua pasien dan berusaha sebaik mungkin untuk memastikan pasien mendapatkan perawatan yang terbaik. Sebelumnya, rumah sakit telah menjadwalkan operasi pengangkatan rahim bagi korban dalam pekan mendatang. Namun, jadwal tersebut dapat berubah jika kondisi pasien semakin membaik dan menunjukkan tanda-tanda kesembuhan.

“Kami ingin mengklarifikasi prasangka publik bahwa rumah sakit kami mampu melakukan segala tindakan. Namun, perlu diingat bahwa kewenangan dokter memiliki batasan tertentu. Keputusan mengenai operasi akan bergantung pada hasil CT scan,” tegas dr. Herry.

Red inMagz

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *