Hallo Broeder inside

inMagz.id

Inside Magz menyadari bahwa sebuah karya tulis akan lebih indah dipandang mata bila tersaji dalam kemasan desain yang segar. Tampilan yang ‘enak’ serta nyaman di mata, akan mengantar dan mewarnai pandangan pembaca mulai dari awal hingga akhir setiap paragraf.

Juni 2021
SSRKJSM
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930 

Berlangganan via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 284 pelanggan lain

05/08/2021

Inside Magz

Nyaman di Mata – Asik Dibaca

Pembebasan Lahan di Parimo untuk Jalan Tol, Bukan Tambang Nikel

Badrun Nggai, Wakil Bupati Parigi Moutong. (F. istimewah)

Pembebasan Lahan di Parimo untuk Jalan Tol, Bukan Tambang Nikel

SULAWESI TENGAH Wakil Bupati Parigi Moutong, Badrun Nggai, menanggapi beredarnya kabar di masyarakat tentang adanya rencana pembebasan lahan di Desa Uevolo, Kecamatan Siniu dan Avolua Kecamatan Parigi Utara, untuk pertambangan Nikel.

Baca juga: Jejak Pelanggaran Etik Komisioner KPU Parigi Moutong

“Sekarang tersebar di masyarakat, bahwa ada Nikel di bawahnya. Penjelasannya, akan dibuat jalan tol, dari Pantoloan Kota Palu. Apakah nanti tembus ke Desa Uevolo atau Avolua,” kata Wakil Bupati Parigi Moutong, Badrun Nggai, usai menghadiri rapat parpurna di kantor DPRD, Selasa, 15 Juni 2021.

Badrun Nggai mengaatakan, rencana pembangunan tol tersebut merupakan program KEK atau Kawasan Ekonomi Khusus yang telah diberikan kewenanganya ke Sulawesi Tengah, untuk melakukan kegiatan pembangunan perekonomian.

Baca juga: Parigi Moutong Punya 5 Mobil Damkar tapi Hanya 1 yang Bagus

Apabila telah dibangun melalui program KEK, akan menghubungkan Parigi Moutong dengan beberapa kabupaten di wilayah Timur Sulawesi Tengah. Bahkan, kemungkinan akan dibangun juga dermaga di salah satu desa.

“Jadi, pembebasan lahan itu hanya untuk jalan. Tidak ada Nikel itu di bawah, karena banyak yang plesetkan,” kata Badrun Nggai.

Wabup  berharap, masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang beredar (pembebasan lahan), dan belum pasti kebenarnya, tanpa terlebih dahulu mencari tahu ke pihak-pihak terkait. Sehingga, tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.*

Keterangan artikel:

Sumber: Radar Parimo