Hallo Broeder inside

inMagz.id

Inside Magz menyadari bahwa sebuah karya tulis akan lebih indah dipandang mata bila tersaji dalam kemasan desain yang segar. Tampilan yang ‘enak’ serta nyaman di mata, akan mengantar dan mewarnai pandangan pembaca mulai dari awal hingga akhir setiap paragraf.

Juni 2021
SSRKJSM
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930 

Berlangganan via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 284 pelanggan lain

05/08/2021

Inside Magz

Nyaman di Mata – Asik Dibaca

Percepat Transformasi Digital, 5G Lebarkan Sayap di 3 Kota

- (AYH)

5G Lebarkan Sayap di 3 Kota, Percepat Transformasi Digital

JAWA TENGAH Tidak mau berlama-lama, sejak diresmikan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada 27 Mei 2021, pihak Telkomsel selaku operator layanan jaringan 5G menambahkan jangkauannnya tidak hanya di sekitar Jakarta. Melainkan di tiga kota lainnya.

Pada Kamis, 3 Juni 2021, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate dari Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) meresmikan peluncuran layanan 5G secara serentak di tiga kota perintis, yakni Surakarta, Balikpapan, dan Medan.

Baca juga: 5 Tahap Penghentian Siaran Televisi Analog!

Komisaris Utama Telkomsel Wishnutama Kusubandio dan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka juga hadir mendampingi Menkominfo dalam acara peresmian layanan 5G itu. Menurut Menkominfo, pemilihan lokasi peluncuran layanan 5G di Kota Surakarta didasarkan pada dua faktor, yakni faktor historis dan faktor komersial.

Faktor historisnya karena Kota Surakarta alias Solo telah dikenal sejak lama sebagai kota perintis di bidang olah raga, jurnalistik, dan lainnya. Sedangkan faktor komersialnya karena perkembangan ekonomi kota Surakarta dan daerah sekitarnya yang kian pesat beberapa tahun terakhir.

Dia juga menyatakan, pemerintah mendukung operator lain untuk mengembangkan teknologi ini agar ke depannya bisa lebih mudah dijangkau dan efisien, baik infrastruktur dan operasionalnya. “Untuk itu pemerintah daerah (pemda) harus mendukung langkah ini supaya bisa dilakukan dengan cepat seperti deploymentinfrastruktur repeater di atas gedung-gedung bahkan bisa juga di lampu merah,” kata Menteri Johnny.

Satu hal, Menkominfo juga mengingatkan, supaya operator dapat mengontrol penggunaan layanan 5G ini. Tujuannya, agar tidak disalahgunakan pihak-pihak yang membawa paham radikalisme dan ideologi transnasional.

Baca juga: Tiga Komisioner KPU Parigi Moutong Diduga Melanggar Etik

Dari sisi ekonomi, lanjut dia, layanan 5G diharapkan bisa mendukung sisi hilir dengan pengembangan e-commerce pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal serta layanan pembiayaan digital (digital financing).

Adapun Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulia Syam mengatakan, jaringan 5G memiliki kecepatan 20-30 kali dibanding jaringan 4G yang ada saat ini. Namun demikian, keberadaan jaringan 5G tidak lantas menghentikan jaringan 4G maupun 3G. Jaringan tersebut tetap ada sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

Jaringan 5G, menurut Hendri, sudah digunakan oleh beberapa negara untuk konektivitas industri sehingga bisa meningkatkan efisiensi dan kinerjanya. “Kami bangun di beberapa lokasi. Solo adalah salah satu dari sembilan kota yang kami bangun,” imbuh dia.

Sedikitnya ada enam lokasi di Kota Solo yang sudah bisa mencicipi jaringan 5G ini. Dua ada di indoor, yaitu di Grapari Solo dan klaster Balai Kota Solo. Lalu ada empat lokasi lain di outdoor. Saat peluncuran, layanan 5G tersebut baru tersedia di dua lokasi indoor. Sementara itu, empat titik lokasi lainnya akan menyusul.

Menurut Hendri, layanan 5G di Solo terbilang memiliki kecepatan mengunduh (download) dan menggunggah (upload) yang cukup kencang. Yaitu sebesar 816 Mbs untuk download, dan 30 Mbps untuk upload. Selain tiga kota tersebut, layanan jaringan 5G tengah disiapkan Telkomsel di Batam, Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, kawasan kampus ITB Bandung dan Telkom University, Surabaya, Denpasar, dan Makassar.

Baca juga: Operasional Alat Berat Milik Pemda Parigi Moutong Lebih Besar dari PAD

Sementara, sejumlah redisensial di sekitar Jakarta sudah dapat mengakses hotspotjaringan 5G seperti di Alam Sutera, Banten, Bumi Serpong Damai, Banten, Kelapa Gading, DKI Jakarta, Pantai Indah Kapuk, DKI Jakarta, Pondok Indah, DKI Jakarta, dan Widya Chandra, DKI Jakarta.

Pada kesempatan tersebut Telkomsel juga menghadirkan demo pemanfaatan akses jaringan 5G untuk layanan digital pemerintah daerah, seperti teknologi virtual tourism yang didukung teknologi realitas virtual atau virtual reality (VR) immersive experiencehigh speed office connectivity yang didukung layanan 5G FWA dari perangkat Telkomsel ORBIT 5G, interactive public services untuk pemanfaatan fitur video call di layanan pajak Kota Surakarta yang didukung teknologi n-Gage Video,Health, and Safety Detection yang menggunakan keunggulan fitur video analytic.

Perangkat yang mendukung layanan Telkomsel 5G adalah perangkat dengan kemampuan teknologi 5G NSA (non-standalone) pada frekuensi 2.300 Megahertz (MHz) atau 2,3 GHz, di antaranya, yaitu Oppo Reno5 5G, Huawei Mate 40, Vivo X60, dan Vivo X60 Pro. Teknologi ini juga bisa digunakan di perangkat gawai Apple dan Samsung.

Baca juga: BPK Temukan Kelebihan Pembayaran Peningkatan Jalan di Parigi Moutong

Teknologi 5G diyakini mampu mempercepat transformasi sosial ekonomi maupun budaya secara digital. Salah satu keunggulan dari jaringan 5G adalah kecepatan transfer data yang tinggi dan latensi yang rendah.

Implementasi jaringan 5G diprediksi mampu menghadirkan pengalaman streamingvideo dan pengunduhan yang cepat, lancar, bahkan instan. Kendati kini, Indonesia masih dalam era 4G, permintaan streaming dan pengunduhan video telah melonjak tajam dari sisi konsumen. Khususnya, sejak pandemi Covid-19 melanda setahun terakhir ini.

Kondisi itu tecermin pada masa pandemi Covid-19 setahun terakhir ini, di mana pemakaian jaringan internet melonjak pesat hingga 300-an persen. Hasil Survei Global Web Index 2020 semakin mempertegas tuntutan konsumsi konten video dari konsumen. Sebanyak 51% dari Gen Z lebih memilih konten video online untuk konsumsi media mereka, sedangkan 31% memilih online TV.

Baca juga: Harga Emas Dunia Diprediksi Kembali Cetak Rekor Tahun Ini

Sedangkan, 64% pelanggan lebih cenderung membeli produk secara daring setelah menonton video mengenai produk tersebut. Hal tersebut menjadi alasan utama mengapa raksasa e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada lebih memilih untuk mempromosikan produk mereka melalui pemasaran video online.*

Lihat sumber: