Hallo Broeder inside

inMagz.id

Inside Magz menyadari bahwa sebuah karya tulis akan lebih indah dipandang mata bila tersaji dalam kemasan desain yang segar. Tampilan yang ‘enak’ serta nyaman di mata, akan mengantar dan mewarnai pandangan pembaca mulai dari awal hingga akhir setiap paragraf.

Juni 2021
SSRKJSM
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930 

Berlangganan via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 284 pelanggan lain

05/08/2021

Inside Magz

Nyaman di Mata – Asik Dibaca

Harga Emas Dunia Diprediksi Kembali Cetak Rekor Tahun Ini

ils/ist

Harga Emas Dunia Diprediksi Kembali Cetak Rekor Tahun Ini

SEJAK Bulan April, tren kenaikan harga emas dunia tak terbendung. Sejumlah analis sepakat bahwa harga emas dunia ini akan terus mengalami kenaikan, bahkan diprediksi kembali mencetak rekor. Diketahui, harga emas dunia pada Selasa lalu mengalami kenaikan sebesar 0,5 persen menjadi USD1.916 per troy ons. Angka ini adalah yang paling tinggi sejak tanggal 8 Januari lalu.

Untuk periode bulan Mei, tercatat kenaikan sebesar 7,8 persen dan di bulan sebelumnya yakni April, harga emas dunia mengalami kenaikan sebesar 3,6 persen.

Sebagai informasi, rekor tertinggi harga emas dunia terjadi pada tanggal 7 Agustus tahun 2020 lalu, yang berhasil nangkring di level USD2.072,49 per troy ons. Jika dibandingkan dengan harga sekarang ini, selisih dari rekor tertinggi itu hanya terpaut sekitar USD156 atau 8 persen.

Diyakini, tahun ini harga emas dunia akan kembali mencatatkan rekor tertinggi, bahkan melebihi rekor di tahun lalu. Adapun salah satu penyebabnya adalah karena terjadinya inflasi yang cukup tinggi di Amerika Serikat.

Terkait isu inflasi yang dialami, Departemen Tenaga Kerja Amerika mengumumkan sebuah laporan mengenai data dari inflasi yang berdasarkan Personal Consumption Expenditure (PCE) tersebut, yang nantinya akan digunakan sebagai acuan oleh The Fed atau Bank Sentral Amerika Serikat.

Inflasi PCE itu mengalami pertumbuhan sebesar 3,1 persen secara year-on-year pada bulan April. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan pada bulan sebelumnya yang hanya berada di angka 1,8 persen. Besaran inflasi itu juga lebih tinggi dari apa yang diprediksi oleh kantor berita Reuters sebelumnya, dan menjadi yang tertinggi sejak bulan Juli 1992 silam.

Sudah jamak diketahui, emas telah menjadi aset lindung terhadap adanya inflasi. Jadi ketika inflasi terjadi cukup tinggi, maka permintaan emas di pasaran akan mengalami kenaikan, sehingga harganya pun juga terpicu. Efeknya pun beruntun, di mana inflasi juga menyebabkan dolar AS melemah, dan pada akhirnya juga memicu kenaikan harga emas.

Sejumlah analis pun menyarankan bahwa peluang terbesar yang bisa diambil saat ini adalah dengan melakukan investasi emas fisik, dan juga berinvestasi pada perusahaan tambang emas.*

Lihat sumber:

duniatambang.co.id, Tanggal terbit: 07-06-2021