Hallo Broeder inside

inMagz.id

Inside Magz menyadari bahwa sebuah karya tulis akan lebih indah dipandang mata bila tersaji dalam kemasan desain yang segar. Tampilan yang ‘enak’ serta nyaman di mata, akan mengantar dan mewarnai pandangan pembaca mulai dari awal hingga akhir setiap paragraf.

Berlangganan via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 284 pelanggan lain

06/18/2021

Inside Magz

Nyaman di Mata – Asik Dibaca

alt=ils. diabetes

ilustrasi. (Sumber: Gaya Tempo)

Diabetes Ancam Kuras Keuangan BPJS

JAKARTA – Penyakit diabetes harus dicegah sejak dini, karena bila tak ada pencegahan, penyakit ini akan menimbulkan komplikasi yang menguras keuangan BPJS Kesehatan. Untuk itu, penting menghidupkan peran Puskesmas dalam mencegah penyakit tersebut.

Diabetes merupakan ibu dari segala penyakit. Kalau tidak melakukan intervensi yang tepat sejak dini, angka penanganan diabetes di pelayanan kesehatan pada 2030 nanti akan mencapai 71 persen dari alokasi anggaran Rp 129 triliun. Ini adalah beban terbesar pada dana BPJS,” ungkap Anggota Komisi IX DPR RI Dewi Asmara, Rabu (17/3/2021), saat mengikuti rapat kerja Komisi IX dengan Menkes di DPR RI.

Dewi menyerukan agar pelayanan di Puskesmas ditingkatkan supaya benar-benar penyakit diabetes ini mendapat perawatan yang memadai. Kemenkes dan BPJS Kesehatan harus membenahi kembali layanan Puskesmas dalam menangani pasien penyakit tersebut.

“Untuk Kemenkes, pelayanan di Puskesmas ini harus ditingkatkan supaya untuk yang diabetes benar-benar tertangani dengan baik. Kalau tidak tertangani terjadi komplikasi sehingga menghabiskan biaya dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan tidak mengalami komplikasi,” ungkapnya.

Politisi Partai Golkar itu, menyatakan, bila tak serius menangani penyakit itu, dan Puskesmas tak berperan maksimal, itu sama saja membakar uang dengan banyak melakukan pengobatan. “Ini kayaknya kita mengarah pada money spending. Preventifnya kita kuatkan daripada kuratifnya,” imbuh legislator dapil Jawa Barat IV ini.*

Lihat sumber: