Hallo Broeder inside

inMagz.id

Inside Magz menyadari bahwa sebuah karya tulis akan lebih indah dipandang mata bila tersaji dalam kemasan desain yang segar. Tampilan yang ‘enak’ serta nyaman di mata, akan mengantar dan mewarnai pandangan pembaca mulai dari awal hingga akhir setiap paragraf.

Desember 2020
SSRKJSM
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031 

Berlangganan via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 284 pelanggan lain

05/08/2021

Inside Magz

Nyaman di Mata – Asik Dibaca

Cerita Pendiri Pizza Hut yang Meninggal Usai Kena Covid 19

SALAH seorang pendiri restoran cepat saji Pizza Hut di Wichita, Amerika Serikat (AS), Frank Carney dikabarkan meninggal dunia di usia 82 tahun, setelah berjuang melawan pneumonia kronis dan Covid-19. Dilansir dari The New York Times, Rabu, 9 Desember 2020, Carney beberapa waktu lalu dilaporkan telah pulih dari infeksi corona Covid-19.


Sebelumnya, selama lebih dari satu dekade, ia juga telah divonis menderita Alzheimer. Meski tidak ada pernyataan resmi dari pihak keluarga, Frank Carney diyakini meninggal dunia di kediamannya di Wichita pada 2 Desember 2020 dan sudah dimakamkan dan hanya dihadiri pihak keluarga.
Tidak disebutkan juga secara rinci, apakah pneumonia yang menyebabkan kematiannya atau masih terkait Covid-19. Kabar tersebut juga telah dikonfirmasi oleh istri dan saudara laki-lakinya, tapi mereka belum mau berkomentar.

Yang jelas, cerita kesuksesan Carney cukup menginspirasi. Ia masih seorang mahasiswa berusia 19 tahun di Wichita State University ketika ia dan saudara laki-lakinya, Dan Carney yang berusia 26 tahun, meminjam 600 dolar AS dari ibu mereka untuk memulai bisnis pizza pada 1958 silam.

Carney mengaku memulai bisnis agar dirinya bisa membantu membayar biaya kuliahnya sendiri. Ia pun mengatakan, tidak peduli dengan kondisi perekonomian saat itu, karena tekadnya sangat kuat untuk berbisnis membantu ekonomi keluarga.

“Kami tidak peduli siapa yang berkuasa di Gedung Putih atau berapakah tingkat pengangguran saat itu. Bagi pengusaha, yang dipikirkan hanyalah apakah ada pasar untuk produk? Bisakah saya menjualnya,” ucapnya saat berbicara di sebuah konferensi kewirausahaan pada 1992.

Mereka menyewa bangunan seluas 55 meter persegi —yang menginspirasi nama Pizza Hut. Untuk menghemat, mereka juga membeli alat-alat bekas untuk mengisi dapur. Carney bersaudara akhirnya membuka restoran Pizza Hut pertama di South Bluff Street di pusat kota Wichita pada 1958.

Seiring waktu berjalan, Pizza Hut dapat berkembang menjadi rantai makanan waralaba, tentunya dengan pemasaran agresif dan berfokus pada pengembangan layanan serta kualitas.

Pizza original yang dibuat oleh John Bender, partner kerja sama Carney bersaudara, sebenarnya berbentuk tipis dan renyah. Namun, beberapa tahun kemudian Frank juga mengembangkan ‘original pan pizza,’ yang kini menjadi menu ikonik Pizza Hut.

Setelah perjalanan yang sukses, Carney bersaudara menjual perusaha mereka ke PepsiCo seharga 300 juta dolar AS pada 1977. Selama bertahun-tahun, Frank Carney terlibat dalam berbagai usaha bisnis, termasuk perusahaan makanan, real estate, minyak dan gas, otomotif, persewaan, dan bisnis rekreasi.

Sayangnya, semua usahanya tak ada yang bertahan lama. Carney pun memutuskan kembali menekuni bisnis kuliner dengan membuka restoran pizza Papa John’s pada 1990-an.

Walaupun harus bersaing keatt dengan Pizza Hut, usaha Frank mengembangkan Papa John’s tidak sia-sia. Pada 2001, ia telah mengembangkan restoran pizza tersebut ke 133 lokasi di seluruh Amerika Serikat. Ia terus bekerja secara aktif mengurus bisnis-bisnisnya, hingga mengalami penyakit Alzheimer dan pneumonia.

Sumber: Liputan6.com, baca artikelnya: klik sini