Hallo Broeder inside

inMagz.id

Inside Magz menyadari bahwa sebuah karya tulis akan lebih indah dipandang mata bila tersaji dalam kemasan desain yang segar. Tampilan yang ‘enak’ serta nyaman di mata, akan mengantar dan mewarnai pandangan pembaca mulai dari awal hingga akhir setiap paragraf.

Februari 2021
SSRKJSM
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Berlangganan via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 284 pelanggan lain

06/22/2021

Inside Magz

Nyaman di Mata – Asik Dibaca

alt=Perlu Sinergitas Lahirkan Produk Hukum yang Berlandaskan Pancasila

Perlu Sinergitas Lahirkan Produk Hukum yang Berlandaskan Pancasila

JAKARTA –  Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Melalui Deputi Bidang Hukum, Advokasi dan Pengawasan Regulasi kembali menggelar rapat koordinasi mengenai Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Peraturan Perundang-undangan, Rabu, 24 Februari 2021.

Rapat koordinasi kali ini bersama daerah III (Sultra) secara virtual itu menegaskan, perlunya sinergitas antara BPIP, Kementerian Hukum dan Ham serta Kementerian Dalam Negeri untuk mendorong produk hukum di daerah yang berlandaskan Nilai-nilai Pancasila.

Karena menurut kepala BPIP Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. data rekapitulasi perkara yang diujikan di Mahkamah Konstitusi perlu menjadi renungan yang rill.

“Dari 2013 sampai dengan 2021 terdapat 1.430 perkara yang dijudicial review-nya diregistrasi di MK, dengan 267 diantaranya dikabulkan”, ucapnya saat menjadi keynote speaker pada kegiatan tersebut.

Menurutnya jumlah perkara dan jumlah yang dikabulkan yang cukup besar menunjukan bahwa pekerjaan rumah untuk institusional Pancasila dalam Peraturan Perundangan cukup berat.

Meskipun demikian menurutnya tugas mengevaluasi peraturan perundang-undangan harus dilakukan agar tidak beretntangan dengan Pancasila.

“Ini tidak bisa ditinggalkan karena sudah amanat Perpres, dan kami berharap pada pembicara dapat berbagi pengalaman terbaiknya”, harapnya.

Sekretaris Utama BPIP Dr.Drs Karjono Atmoharsono, S.H., M.Hum menegaskan seluruh peraturan perundang-undangan dari tingkat pusat hingga Daerah (Provinsi Kabupaten/Kota/ wajib berlandaskan Pancasila, maka jika tidak akan cacat hukum.

“Semua peraturan perundang-undangan harus berlandaskan Pancasila jika tidak maka akan cacat hukum”, tegasnya.

Ia juga menjelaskan Pancasila yang merupakan sumber dari segala sumber hukum harus masuk dalam kajian-kajian akademik.

“Nilai-nilai Pancasila harus masuk dalam kajian akademik, bagian pasal atau ayat-ayat dalam peraturan”, jelasnya saat menjadi narasumber.

Dalam kesempatan yang sama Dirjen Peraturan Perundang-undangan Kementrian Hukum dan HAM Dr. Widodo Ekatjahjana mengataka  harus ada satu pemahaman bersama supaya ada satu pegangan dalam tahapan-tahapan harmonisasi peraturan perundan-undangan.

“Peraturan perundang-undangan yang berlandaskan Pancasila itu bukan hanya tahapan harmonisasi, melainakn tahapan perencanaan yang harus dikawal”, ucapnya.

Kuncinya itu bagaimana sinergitas dibangun pada level awal, baik di tingkat pusat mapun dindaerah.

Dr. Widodo Ekatjahjana

Sementata itu Kepala Bantuan Hukum dan HAM Biro Hukim Sekretariat Provinsi Sulawesi Utara I Nengah Suaryo mengapresiasi dengan rapat koordinasi tersebut, karena dinilai bermanfaat terutama dalam tukar pikiran perumusan peraturan perundang-undangan sesuai dengan nikai-nilai Pancasila.*

ER/BPIP