Hallo Broeder inside

inMagz.id

Inside Magz menyadari bahwa sebuah karya tulis akan lebih indah dipandang mata bila tersaji dalam kemasan desain yang segar. Tampilan yang ‘enak’ serta nyaman di mata, akan mengantar dan mewarnai pandangan pembaca mulai dari awal hingga akhir setiap paragraf.

Juni 2021
SSRKJSM
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930 

Berlangganan via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 284 pelanggan lain

05/08/2021

Inside Magz

Nyaman di Mata – Asik Dibaca

Prediksi Pertumbuhan Sektor Pertambangan Masa Depan

ils/ist

Begini Prediksi Pertumbuhan Sektor Pertambangan Masa Depan

PERTUMBUHAN sektor pertambangan Indonesia di masa depan diprediksi akan berjalan lambat dan tidak segencar periode-periode sebelumnya. Jumlahnya bahkan tidak akan melebihi angka 2 persen. Hal ini disampaikan oleh Lembaga Manajemen FEB Universitas Indonesia.

Baja juga: Kementerian ESDM Meramal Pasar EBT Global Meningkat di Tahun 2035

Willem Makaliwe selaku Strategic Transformation Expert memberikan penjelasan bahwa pada tahun 2018 sampai dengan 2019, pertumbuhan sektor pertambangan mengalami kendala yang disebabkan oleh harga komoditas yang tidak mendukung. Sementara untuk kendala di masa depan, diyakini masih akan terkena dampak wabah pandemi Covid-19.

Baca juga: Tidak Hanya di Kongo, Sulawesi Tengah juga Punya Gunung Emas

Pergerakannya memang akan mengalami perbaikan, namun peningkatannya tidak akan sebesar tahun-tahun sebelumnya. Adapun bisa mengalami pertumbuhan sebesar 2 persen pun hal tersebut bisa dianggap sebuah pencapaian yang bagus.

Dalam kesempatan yang berbeda, Global Business Expert R Nugroho Purwantoro juga memberikan pandangannya, bahwa sektor pertambangan di masa mendatang akan dihadapkan pada tantangan yang semakin ketat, namun di sisi lain akan ada peningkatan permintaan terhadap kebutuhan energi.

Baca juga: Sektor Pertambangan Topang Ekonomi Kawasan Timur Indonesia

Di Indonesia sendiri, nantinya kebutuhan energi untuk sektor kelistrikan, khususnya terkait dengan batu bara, diramalkan akan mengalami peningkatan, hal ini seiring dengan adanya peningkatan kegiatan ekonomi. Dirinya mengatakan bahwa permintaan kebutuhan energi itu akan semakin tumbuh, dan oleh karenanya kebutuhan akan listrik masih akan stabil dan cenderung meningkat.

Meski demikian, akan ada tantangan cukup besar yang harus dihadapi, yang tak lain adalah mengenai isu Environmental, Social dan Governance (ESG), di mana sekarang ini telah menjadi sebuah isu global. Indonesia cukup bergantung pada pertambangan batubara pasti akan mengalami tekanan yang berat untuk bisa bersaing dengan energi bersih.

Oleh karena itu, diperlukan usaha yang lebih giat dan spesifik untuk bisa membentuk sebuah keseimbangan dan kembali menggairahkan industri pertambangan, khususnya batu bara saat kebijakan mengenai ESG itu mulai diterapkan.

Setidaknya, usaha yang dilakukan itu nantinya bisa menjadikan harga listrik dengan bahan baku batu bara bisa memiliki harga yang kompetitif dengan pembangkit listrik yang ramah lingkungan.*

Lihat sumber:

duniatambang.co.id, Tanggal terbit: 02-06-2021