Hallo Broeder inside

inMagz.id

Inside Magz menyadari bahwa sebuah karya tulis akan lebih indah dipandang mata bila tersaji dalam kemasan desain yang segar. Tampilan yang ‘enak’ serta nyaman di mata, akan mengantar dan mewarnai pandangan pembaca mulai dari awal hingga akhir setiap paragraf.

Berlangganan via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 284 pelanggan lain

05/13/2021

Inside Magz

Nyaman di Mata – Asik Dibaca

alt=Mengenal Jenis dan Asal Pohon yang Tumbuh di Tempat Wisata Bukit Satu Pohon

Penampakan Tempat Wisata Bukit Satu Pohon di Sulteng. (Sumber foto: Youtube Fajar Brewok)

Jenis dan Asal Pohon yang Tumbuh di Tempat Wisata Bukit Satu Pohon

TIDAK sedikit orang mengenal nama objek wisata yang terletak di Desa Sibedi, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Bukit Satu Pohon nama spot wisata itu. Hanya sebagian kecil penduduk di wilayah Kota Palu, Sigi, Donggala serta Parigi Moutong yang tidak mengenal tempat wisata tersebut.

Obyek wisata yang satu ini popular lewat media sosial sekira dua tahun yang lalu. Sejak viral, hampir tidak mengenal hari orang-orang berkunjung ke bukit satu pohon. Yang bikin menarik dari lokasi itu adalah view-nya menakjubkan serta keberadaan sebuah pohon yang tumbuh di puncak bukit.

Baca artikelnya: Bulu Tanda alias Obyek Wisata Bukit Satu Pohon

Tapi tahukah Anda pohon yang tumbuh di bukit tersebut berasal dari mana? Yuk kita kenali pohon yang hidup kokoh di puncak bukit di Desa Sibedi.

Penduduk di Sulawesi Tengah, khususnya suku Kaili menyebut pohon itu dengan dua nama. Ada yang bilang namanya kayu jawa, ada juga yang bilang kayu cina.

Di Pulau Jawa, ada yang menyebutnya sebagai pohon kudo atau kayu jawa kudo, jaranan, kedondong laki. Di wilayah Selatan sebagian menyebutnya tamatte. Di wilayah Flores pohon ini disebut dengan nama pohon reo.

Pohon kayu jawa, kayu cina, tamatte, kayu jawa kudo, jaranan, kedondong laki atau reo, disebut-sebut berasal dari negara India. Sebab itu ada pula yang menyebut nama pohon itu pohon india.

Di India, pohon kudo disebut indian ash tree. Sebagaimana umumnya, pohon tersebut merupakan jenis tumbuhan kayu yang banyak ditanam di tepian jalan, atau dijadikan sebagai pagar hidup, patok batas dan sebagainya. Pohon yang memiliki banyak nama ini tumbuh dan tersebar luas di Indonesia.

Kayu jawa merupakan pohon yang bisa tumbuh dengan ketinggian lebih dari 10 meter, dengan bentuk cabang yang banyak. Pohon ini juga memiliki getah yang awalnya berwarna agak putih, yang lama kelamaan berubah kekuning-kuningan hingga merah kecoklatan. Bila mengering dalam jumlah banyak, bentuk getah pohon ini menyerupai getah damar.

Menurut Wikipedia, pohon kudo (Lannea coromandelica) adalah sejenis pohon dalam keluarga Anacardiaceae yang tumbuh di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Di berbagai daerah, pohon ini memiliki banyak sebutan. Termasuk yang sudah disebutkan di atas dalam artikel ini.

Pohon kudo adalah pohon yang biasa meluruhkan daunnya, permukaan daun licin, bentuk majemuk menyirip gasal, anak daun berhadapan, tulang daun menyirip, diameter daun 4,4 – 5,0 cm, panjang daun 7,3 – 10,5 cm, panjang tangkai daun 0,3 – 0,8 cm, bentuk daun bulat telur, dan ujung daun runcing. Batang pohon biasa mengeluarkan getah gum ketika dilukai.

Sebagai Pemikul

Di masa kendaraan masih belum sebanyak sekarang, orang-orang terdahulu menggunakan bahu untuk membawa sesuatu dengan cara memikul. Pemikul yang digunakan oleh orang-orang di tempo itu salah satunya batang kayu jawa. Alasannya, kayu tersebut memiliki kekuatan yang bagus untuk menahan beban bawaan yang dipikul. Selain kuat, kayu ini juga bersifat lentur alias tidak mudah patah.

Alasan lain sehingga kayu jawa jadi pilihan sebagai pemikul, karena kayu bekas memikul itu bisa dimanfaatkan sebagai patok atau pagar yang akan tumbuh dan berkembang.

Demikian sedikit tentang nama, jenis dan kegunaan dari jenis pohon kayu yang tumbuh di puncak Bukit Satu Pohon di Desa Sibedi, Kabupaten Sigi. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi.*

Tentang artikel:

Penulis: Andi Sadam | Dikutip dari berbagai sumber | Sumber foto: Youtube Fajar Brewok)