Hallo Broeder inside

inMagz.id

Inside Magz menyadari bahwa sebuah karya tulis akan lebih indah dipandang mata bila tersaji dalam kemasan desain yang segar. Tampilan yang ‘enak’ serta nyaman di mata, akan mengantar dan mewarnai pandangan pembaca mulai dari awal hingga akhir setiap paragraf.

Berlangganan via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 284 pelanggan lain

06/18/2021

Inside Magz

Nyaman di Mata – Asik Dibaca

alt=logo bnn

Lambang BNN

BNN Butuh Dukungan, Ubah Yang Rawan Jadi Aman

BABEL – Direktorat Pemberdayaan Alternatif Deputi Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar Rapat Kerja dalam rangka Sinergi dengan Stakeholder pada Kawasan Rawan Narkoba di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Novotel Bangka Hotel & Convention Centre, pada Rabu, 17 Maret 2021.

Rapat kerja ini merupakan rangkaian dari dua giat sebelumnya, yaitu pemetaan kawasan rawan Narkoba dan pemetaan potensi sosial ekonomi yang telah dilakukan oleh Direktorat Pemberdayaan Alternatif beberapa waktu lalu.

Direktur Pemberdayaan Alternatif Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN, Brigjen Pol Teguh Iman Wahyudi, SH., MM., mengatakan bahwa rapat kerja ini diselenggarakan untuk menyatukan persepsi antara BNN dengan stakeholder agar nantinya dapat berkontribusi dalam penanganan permasalahan Narkoba.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan dan menyamakan mindset kita agar mereka turut serta dan berkontribusi dalam menangani permasalahan Narkoba, khususnya pada daerah-daerah yang sudah dipetakan yang termasuk daerah rawan peredaran dan penyalahgunaan Narkoba”, ujar Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN.

Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan oleh Deputi Pemberdayaan Masyarakat, Kepulauan Bangka Belitung memiliki 6 (enam) titik lokasi kawasan rawan Narkoba yang membutuhkan intervensi program P4GN.

Selain itu, hasil survei prevalensi penyalahgunaan Narkoba yang dilakukan oleh BNN dan LIPI pada tahun 2019 menyatakan bahwa angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba di Kepulauan Bangka Belitung pada kategori pernah pakai adalah sebanyak 0,9% atau 4.145 jiwa sedangkan pada kategori setahun pakai sebanyak 0,6% atau 2.961 jiwa.

Ditambah lagi dengan kondisi geografis Kepulauan Bangka Belitung yang terdiri dari gugusan dua pulau besar, yaitu Bangka dan Belitung serta gugusan pulau-pulau kecil disekitarnya membuat provinsi ini memiliki banyak jalur masuk terbuka dengan tingkat kerawanan yang cukup tinggi terhadap peredaran gelap Narkoba, sehingga diperlukan penanganan yang komprehensif dari seluruh pihak.

Oleh karena itu, kehadiran 50 orang peserta yang berasal dari Forkopimda, OPD, TNI, Polres, dan para stakeholder lainnya pada kegiatan rapat kerja ini membuktikan dukungan dan komitmen dalam penguatan pelaksanaan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

Melalui kegiatan ini, Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN berharap dapat menyejahterakan masyarakat khususnya di daerah rawan agar berdaya guna tanpa harus bersentuhan dengan Narkoba.

“Saya berharap dengan kegiatan ini, daerah rawan yang tadinya mungkin masuk dalam kategori bahaya, bisa Kita turunkan menjadi waspada atau siaga bahkan kalau bisa menjadi kawasan yang aman”, imbuh Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN.

Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN mengapresiasi semangat dan hasil rapat kerja yang dirumuskan melalui bentuk-bentuk komitmen yang diyakini dapat menjadi solusi bersama dalam melawan segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Indonesia, khususnya di Kepulauan Bangka Belitung.

Lihat sumber:

DND/BNN