Hallo Broeder inside

inMagz.id

Inside Magz menyadari bahwa sebuah karya tulis akan lebih indah dipandang mata bila tersaji dalam kemasan desain yang segar. Tampilan yang ‘enak’ serta nyaman di mata, akan mengantar dan mewarnai pandangan pembaca mulai dari awal hingga akhir setiap paragraf.

Berlangganan via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 285 pelanggan lain

24/09/2021

Inside Magz

Nyaman di Mata – Asik Dibaca

alt=Hartono Taharudin pengacara tersangka jd

Foto Hartono Taharudin sedang di ruang persidangan. (Dok. Pribadi)

Sosok Pengacara Tersangka JD, Pernah Mengalahkan Samsurizal cs

Namanya Hartono Taharudin. Dalam profesinya sebagai pengacara, kini dia sedang melakukan pendampingan terhadap salah seorang tersangka berinisial JD di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.


TANGGAL 13 Maret 2021, ucapan penyemangat ramai mengisi kolom komentar postingan facebook Hartono Taharudin. Dukungan teruntuk Hartono bukan menyangkut harapan dalam memenangkan perkara didampinginya saat ini, tapi karena dia dianggap mau mendampingi tersangka JD yang menurut para netizen bahwa JD adalah ‘orang kecil’. Banyak pendapat menyebut kalau JD hanya orang suruhan dalam kasus pertambangan emas di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo.

Sosok pengacara yang memiliki postur tubuh cukup gemuk itu, beberapa tahun belakangan sudah terpantau popular. Istilah pengacara kece pun telah tersematkan kepadanya. Karakter sederhana, sosial dan supel, bikin sosok Hartono Taharudin disukai banyak orang.

Hal yang paling bikin nama Hartono makin ‘mewabah’ ke mana-mana, ketika dia sukses memenangkan perkara perdata yang dalam gugatannya melibatkan nama Samsurizal Tombolotutu. Sebagaimana diketahui bahwa Samsurizal Tombolotutu adalah Bupati Parigi Moutong saat ini—perode 2018-2023.

Perkara perdata Samsurizal cs pada tahun 2019 lalu terbilang cukup viral. Ya, sebab Samsurizal adalah seorang bupati aktif yang dsebut-sebut berhutang kepada salah seorang pengusaha sukses bernama Hantje Yohanes.

Hantje Yohanes waktu itu berstatus klien dari pengacara bernama Hartono. Singkat cerita, melalui putusan Pengadilan Negeri Parigi, bahwa gugatan perdata yang dikawal Hartono saat itu berstatus kabul oleh Hakim, alias Samsurizal bersama orang-orang dekatnya terbukti berhutang sebanyak hampir 5 miliar rupiah.

Sujud Syukur yang Viral

Baru-baru ini, pengacara penyandang gelar magister hukum itu kembali sukses membela kliennya hingga terbukti tidak bersalah. Yang bikin viral dari kejadian ini adalah jenis kasus yang dikawalnya, dan ending dari tindakan kliennya di Pengadilan Negeri Parigi.

Kasusnya dugaan pungutan liar. Kliennya adalah seorang Kepala Desa, yang disangkakan melakukan pemotongan dana Covid 19 melalui program Bantuan Langsung Tunai sumber Dana Desa. Karena majelis hakim menjatuhkan vonis bebas sebab tidak terbukti bersalah, Kades klien pengacara Hartono sontak bersujud syukur di pelataran gedung Pengadilan Negeri Parigi. Hartono pun spontan memposting foto ‘nasabahnya’ yang sedang sujud ke media sosial.

‘Tanam Lutut’ untuk Tersangka JD

Melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor, Hartono Taharudin siap ‘tanam lutut’ demi membela kliennya. Hartono bilang, sebagai profesi pengacara yang dipilih mendampingi JD, akan berlaku sebagaimana sumpah janji profesinya.

Secara hukum, salah atau tidak bersalah, penentunya adalah pengadilan. Dan terhadap JD, Hartono yakin betul kalau JD tidak bersalah, apalagi sampai pada dugaan mengakibatkan kerusakan dan menyebabkan kematian beberapa orang penambang pada 24 Februari 2021.

“Kalau dasar bahwa klien kami telah mengakibatkan kerusakan dan menyebabkan kematian, kami penasehat hukum tidak sepakat,” kata Hartono Taharudin kepada Inside Magz.

Baca beritanya: Operator yang Tersangka Kasus Tambang Emas Buranga Pakai Pengacara

Sebagai kuasa hukum mendampingi JD, Hartono Taharudin kini sedang bersiap melakukan upaya-upaya hukum. Salah satu rencananya mengajukan penangguhan penahanan ke Polres Parigi Moutong. Dimana JD kini di tetapkan tersangka dan ditahan.

Baca: Operator Excavator jadi Tersangka, Pengacara akan Mengusulkan Penangguhan Penahanan

“Rencananya, kalau tiada halangan, hari Kamis, 18 Maret akan diusulkan penangguhan,” kata Hartono yang ditemui di kantor media bersama di Bambalemo, Kecamatan Parigi, Senin, 15 Maret 2021.

Pengacara Muda, Dapat Amanah sejak 2016

Hartono Taharudin pertama kali beracara di Kabupaten Parigi Moutong. Dia Disumpah untuk profesi tersebut pada tahun 2016. Sejak itu Hartono sudah mulai sering mengenakan toga advokat.

Meski tubuhnya terbilang besar, tapi secara usia Hartono masih dikategorikan pengacara muda. Umurnya sekarang baru 32 tahun. Tanggal 29 Oktober tahun 2021 ini usianya genap 33.

Hartono lahir di Toli-Toli. Namun saat ini dia sedang berstatus penduduk Parigi Moutong, Kecamatan Parigi.

Sekitar 7 tahun lalu, tepatnya tahun 2014, Hartono sudah menyandang gelar magister hukum. Sebelumnya dia mendapat gelar sarjana hukum pada 2011.

“2007 saya kuliah, 2011 saya S1 hukum. Kemudian saya lanjut kuliah, dan pada 2014 saya dapat magister,” tutur Hartono.

Selain sebagai penasehat hukum, Hartono juga mengemban tanggung jawab lain, salah satunya sebagai Sekretaris Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Parigi Moutong.*

Lihat penulis:

Andi Sadam